MEMAKNAI PENGKADERAN SEBAGAI JANTUNG PARTAI NUSANTARA BERSATU


Jakarta, SKJENIUS.COM.- Hikmah Terbesar dari pandemi Coronavirus adalah Pelajaran tentang hubungan erat dan mendalam antara fisik dan spiritual (the deep connection between the physical and spiritual). Ternyata berdampingan dengan kekuatan luar biasa dari roh manusia adalah kerentanan eksistensial kondisi manusia. Maka, berurusan dengan coronavirus adalah tantangan medis dan emosional, namun itu juga dapat membawa kita pada perjalanan spiritual.

Demikian terungkap dalam Diskusi Virtual Bertajuk “Meredupnya Ideologi Partai Politik di Bumi Nusantara” yang diselenggarakan Dewan Perancang Partai Nusantara Bersatu, Minggu malam Senin, 3 Mei 2020. “Virus ini adalah pengingat kuat akan kemanusiaan kita bersama.  Covid-19 tidak membeda-bedakan oleh ras, agama atau kebangsaan.  Ia menginfeksi orang kaya sama mudahnya dengan orang miskin.  Ini membuat pejabat penting sama rapuhnya dengan warga negara biasa.  Di jalurnya kita semua sama, yang berarti kita semua harus menghadapi krisis ini bersama,” demikian disampaikan oleh Ketua Dewan Syura Majelis Dakwah Al-Hikmah, Kyai Ageng Khalifatullah Malikaz Zaman. 

Menurut Kyai Ageng, tingkah laku para politisi yang kurang peduli dalam menyikapi wabah Coronavirus dapat kita jadikan “Turning Point” dalam Merumuskan Ideologi Partai dan Proses Pengkaderan Anggota. Sehingga tidak terjadi seperti sekarang ini, dimana sampai hari ini, kita belum melihat peran aktif para politisi dan Parpol dalam meringankan beban Umat saat wabah corona sedang melanda. 

“Ketidak-hadiran Parpol dalam mengatasi Wabah  ini menunjukkan tidak sinkronnya antara phisik dan Spiritualitas Para politisi dari berbagai Parpol yang ada. Sehingga kepedulian Sosial mereka tak muncul. Sekaligus hal ini juga menunjukkan kegagalan Parpol dalam Menanamkan Ideologi dalam proses pengkaderan. Atau jangan-jangan mereka memang sedang mengalami Krisis Ideologi,” tandas Kyai Ageng.

Kyai Ageng memaparkan sesungguhnya Gejala Krisis ideologi dalam dinamika partai politik paska reformasi (democratization) menjadi hal yang sangat anomali, mengingat demokrasi mensyaratkan adanya kebebasan dialektika ide-ide politik dan ruang publik yang simetris. Ditegaskannya, pertarungan partai politik secara elektoral maupun di dalam sistem politik yang kompleks rupanya hanya mengedepankan hal-hal yang sifatnya simbolik dan artifisial

“Kritik antar elit, perpindahan kader antar partai dan mati lahirnya partai politik bukan semata-semata pertarungan politik yang ideologis-filosofis. Politik terdegradasi menjadi komodifkasi antar elit maupun elit dengan masyarakat. Untuk membongkar kejumudan di atas Partai Nusantara Bersatu harus mampu menampilkan Ideologi yang Kokoh dan Proses Pengkaderan yang Baik,” tambah Ketua Dewan Syura Majelis Dakwah Al-Hikmah itu.

Diingatkannya, Partai Nusantara Bersatu harus memiliki diferensiasi ide dan nilai serta gagasan politik yang khas, dari latar belakang sejarah terbentuknya sampai keputusan-keputusan politik di dalam ruang publik demokrasi. "Jangan sampai ideologi partai hanya sekadar memunuhi syarat tertulis dalam Anggaran Dasar partai, sehingg terjebak dalam kepentingan Pragmatis dilapangan,” kata Kyai Ageng.

Sementara itu, Dr. Zulfikri Sulaiman, MA, mengingatkan agar Dewan Perancang Partai Nusantara Bersatu agar dapat menyadari pentingnya dan perlunya Memaknai Pengkaderaan Sebagai Jantungnya Parpol dan Ideologi sebagai Jiwa (Soul) nya Partai.

“Ideologi berasal dari kata 'idea'(inggris) artinya pikiran,  gagasan. Sedangkan logi atau logos(yunani) artinya ilmu atau pengetahuan, jadi secara umum pengertian ideologi adalah kumpulan ide-ide dasar, gagasan, keyakinan dan kepercayaan yang sifatnya sistematis sesuai dengan arah dan tujuan yang ingin dicapai dalam kehidupan nasional suatu bangsa dan negara,” Dr. Zulfikri memaparkan.

Menurut Dr. Zulfikri Suleman, MA, Fungsi ideologi yaitu :
  1. Menjadi Spirit dalam Pergerakan.
  2. Menjadi pemandu tindakan sosial individu di masyarakat.
  3. Menjadi sumber inspirasi norma dan nilai sosial.
  4. Menjadi panduan bagi individu dalam menemukan identitas dirinya.
  5. Memberikan motivasi bagi individu dalam menggapai tujuan hidupnya.
Tujuan utama di balik ideologi adalah untuk menawarkan perubahan melalui proses pemikiran normatif. Ideologi adalah sistem pemikiran abstrak (tidak hanya sekadar pembentukan ide) yang diterapkan pada masalah publik sehingga membuat konsep ini menjadi inti politik. Secara implisit setiap pemikiran politik mengikuti sebuah ideologi walaupun tidak diletakkan sebagai sistem berpikir yang eksplisit. 

Sehubungan dengan hal tersebut diatas, Dr. Zulfikri menyarankan agar dalam Merumuskan Ideologi, Dewan Perancang Partai Nusantara dapat meramu suatu ideologi yang kokoh berdasarkan Persenyawaan dari sosialisme religius Hatta, sosialisme kemanusiaan Sjahrir dan puritanisme Tan Malaka. 

”Akhirul Kalam saya ingatkan, pak Aby. Bagi saya , kesiapan kader amat penting. Tingkatan kader, misalnya: kader Pratama, kader madya dan kader utama. Tapi nanti bisa digunakan istilah lain (ini istilah utk pelatihan kader PDI-P),” ujar Doctor Sosiologi dari Universitas Sriwijaya itu.

Seiring dengan itu, Sekretaris Dewan Perancang Partai Nusantara Bersatu, Khairul Hikmatullah Zamri, SH sepakat dengan Dr. Zulfikri Suleman, MA dalam Pentingnya Pengkaderan sebagai jantungnya Partai, dimana baik buruknya dan langgengnya Partai Politik, sangat  tergantung dari seberapa serius kita melaksanakan pengkaderan. 

“Sebagai Aktivis Mahasiswa semasa di kampus, kita dapat melihat di sekitar kita, ketika dalam suatu organisasi pengurus tidak serius dalam melaksanakan pengkaderan secara sistematis, berjenjang, berkelanjutan dan masif, organisasinya akan mati secara  perlahan-lahan. Hal tersebut disebabkan minimnya jumlah kader dan minimnya kualitas kader,” kata Khairul Zamri.

Khairul Zamri menjelaskan pihaknya menyadari betul bahwa selain dituntut mempunyai orientasi dan visi yang kuat,  maka pengkaderan adalah sarana bagaimana visi dan orientasi organisasi bisa dipahami dan dijalankan oleh para kader dan pengurusnya. Sebagai contoh Kahirul Zamri menyebutkan di organisasi militer kita melihat budaya yang kuat dalam hal kedisiplinan, kekompakkan, ketangguhan yang merupakan buah dari proses pengkaderan yang sistematis dan berjenjang. 

“Maka, untuk mencapai posisi puncak di Partai Nusantara Bersatu, setiap kader harus melewati berbagai pelatihan dan persyaratan yang panjang dan ketat, yang merupakan bagian dari proses dan sistem pengkaderan yang dibangun. Pengkaderannya dimulai dari konsep yang baik dan kemudian dilanjutkan dengan rekrutmen yang jelas dan ketat dan dalam budaya disiplin organisasi yang kuat,” ujarnya. 

Selanjutnya Sekretaris Dewan Perancang Partai Nusantara Bersatu, Khairul Zamri, SH memaparkan, “Istilah Kader itu sendiri, dimaknai sebagai singkatan dari Kreatif, Aktif, Dinamis, Elastis dan Revolusioner. Jadi Kader Partai Nusantara Bersatu harus Kreatif dalam Berpikir, Aktif dalam Beramal Shaleh, Dinamis dalam Segala Tindakan, Elastis dalam mengambil sikap dalam berbagai situasi dan kondisi dan Revolusiner dalam Bergerak Menuju Kemaslahatan dan Kesejahteraan Umat.”


Khairul Zamri juga menguraikan bahwa Perumusan Nilai dasar perjuangan atau falsafah dasar perjuangan yang merupakan penjabaran dari arah dan orientasi perjuangan Partai telah dirumuskan secara sistematis. “Nilai dasar perjuangan atau falsafah perjuangan partai, bukan hanya berisi tentang nilai-nilai luhur yang akan dibangun namun juga berisi tentang  bagaimana solusi dan tawaran konsep  atas permasalahan yang ada baik dalam hal keadilan, kesejahteraan dan kedamaian,” papar Khairul Zamri.

Disampaikanya, Secara umum Nilai dasar perjuangan Partai Nusantara Bersatu berisi tentang :
  1. Spiritualitas
  2. Solidaritas
  3. Persatuan
  4. Kerakyatan & Permusyawaratan
  5. Pembelaan Kepada Kaum Tertindas
  6. Gotong Royong & Kepedulian Sosial 
  7. Keadilan dan kesejahteraan bersama 
Karenanya, menurut Khairul, Program Pengkaderan di Partai Nusantara Bersatu, bukan hanya berisi tentang outbond dan kerjasama tim, namun yang esensial adalah :

1.     Mengenal Diri
2.     Mengembangkan Kekuatan Spiritual
3.     Mengubah paradigma berpikir (hakekat kebenaran, hakekat pengetahuan, hakekat  kehidupan dan konsep diri;
4.     Memperkuat intelektualitas (wawasan keilmuan tentang masyarakat,  negara, ekonomi, keadilan, kesejahteraan, dll);
5.     Memperkuat karakter, mental (keberanian, kematangan jiwa) dan kecerdasan Emosional
6.     Memperkuat jasad/kesehatan;
7.     Memperkuat managerial (bicara strategi taktis dan strategis organisasi).

“Insya Allah dengan Pola Pengkaderan sebagaimana diuraikan di atas, kita bisa membangun character dan membentuk Manusia Indonesia Seutuhnya yang Berkepribadian Nusantara. Namun demikian tentu saja kami berharap adanya saran dari Para Pemirsa demi penyempurnaan Konsep Ideologi dan Proses Pengkaderan di Partai Nusantara Bersatu nantinya,” pungkas Khairul Zamri. (az).



Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 LANGKAH MENJEMPUT HIDAYAH AGAR SELAMAT DARI DAMPAK PANDEMI CORONA

THERAPY ala Nabi SAW di RUMAH SEHAT AL-HIKMAH : Gratis KONSULTASI Spiritual 🙏

POLITIK PENCERAHAN MENUJU TATANAN DUNIA BARU INDONESIA PASCA WABAH CORONA