MEMBANGKITKAN KEMBALI JIWA GOTONG ROYONG PADA KALANGAN MASYARAKAT

Jakarta, JENIUSNUT.- Saudaraku ๐Ÿ™ SADARKAH Anda bahwa jiwa GOTONG ROYONG adalah ciri khas dan sekaligus keistimewaan Budaya Nusantara ⁉️ Pada masa kemerdekaan, semangat gotong royong mampu membakar kegigihan para pahlawan Indonesia untuk mengusir para penjajah. Sudah seharusnya budaya gotong royong. Namun pada saat ini kebudayaan tersebut semakin lama semakin hilang. Akibat CENGKERAMAN ideologi Materialisme dan Sistem Ekonomi Kapitalis dari Barat, masyatakat Indonesia cenderung SEMAKIN INDIVIDUALIS.๐Ÿคญ

Padahal, Gotong royong merupakan budaya yang menjadi salah satu identitas perilaku KOLEKTIF masyarakat Indonesia. Bergotong royong adlah salah satu kegiatan sosial yang sangat mulia dan tanpa pamrih untuk mencapai suatu tujuan bersama. Dalam kehidupan sehari-hari, dahulu kita dengan mudah dapat menjumpai budaya gotong royong misalkan, mendirikan rumah, mengerjakan sawah, membantu tetangga yang sedang berduka dan kerjasama tersebut bukan hanya dilakukan sanak keluarga yang terkait saja, tetapi semua masyarakat kampung yang berbaur dalam kerjasama demi proses acara atau kegiatan bisa berlangsung dengan baik.

Semangat Gotong Royong ini, semakin TUMBUH dan berkembang setelah para Guru Mursyid kita, ‘Ulama Sufi dan Syaikh Thariqat yang menekankan pentingnya Merajut Persaudaraan (UKHUWAH ISLAMIYAH). Dalam Konsep Guru Mursyid kita Allahyarham KH. Abdurrahman Siregar, hubungan kita sebagai INSAN SOSIAL dalam hablum minannas berupa menjalin persaudaraan dan ukhuwah. Karena itulah, Ajaran Sufi sangat menekankan persaudaraan dan saling Tolong Menolong sesama Umat. Hal ini sesuai dengan Firman Allah :

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya (QS. al-Mรขidah : 2).

Karena itulah kita sangat PRIHATIN menghadapi kenyataan bahwa MENGENDORNYA semangat kegotongroyongan di masyarakat, terutama di kalangan remaja. Maka, perlu segera diantisipasi dengan memperkuat komitmen kita bersama untuk terus menumbuhkan semangat PEDULI terhadap SESAMA, meneguhkan rasa tanggungjawab bersama dan menetapkan keyakinan bahwa segala sesuatu yang dikerjakan secara bersama-sana akan memberikan hasil yang lebih baik.

Bagaimana kita tak akan GALAU, jika di Zaman Niw ini, budaya gotong royong mungkin hanya bisa ditemukan di desa-desa dan daerah terpencil saja. Hal ini sungguh MERISAUKAN karena mengingat budaya ini merupakan budaya yang menjiwai kepribadian bangsa Nusantara di masa lampau. Karena itu, sebagai Anak Bangsa Indonesia yang mewarisi Budaya Nusantara, sudah seharusnyalah kita kembali MEMBANGKITKAN Jiwa Gotong Royong ini di tengah Umat.

Beranjak dari hal tersebut, Dewan Kemakmuran Masjid Baiturrahman berupaya menumbuh kembangkan kembali semangat kegotong royongan yang selama ini dinilai telah mulai memudar di kalangan masyarakat. Dalam setiap kegiatan, para ‘Ulama, Da’i dan Tokoh Masyarakat yang menjadi Jamaah Masjid Baiturrahman, selalu mengingat bahwa dulunya masyarakat Nusantara sangat sangat akrab dengan gedong royong, baik itu kerja bakti dilingkungan sendiri maupun membatu masyarakat lain yang membutuhkan pertolongan ataupun yang terkena musibah.

Saat ini, Dewan Kemakmuran Masjid Baiturrahman telah mencanangkan beberapa program untuk membangkitkan kembali semangat kegotongroyongan dimulai dari kalangan DKM Baiturrahman, Jamaah dan masyarakat di sekitar Masjid. Sebagai contoh, pada setiap hari Jum’at, Khatib senantiasa menganjurkan Umat untuk melakukan kegiatan bersih-bersih, atau yang lebih dikenal dengan sebutan “Jum’at Bersih”.

Para ‘Ulama dan Da’i yang menjadi Jamaah Masjid Baiturrahman mendorong masyarakat agar menghidupkan kembali semangat jiwa gotong royong disemua Lini Kehidupan, demi menjaga dan mempererat tali persaudaraan dalam masyarakat.

Para ‘Ulam dan Da’i serta Ustadz dan Ustadzah juga mengajak masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan, menciptakan daerah yang bersih, asri dan sejuk dengan selalu menumbuhkan jiwa gotong royong dalam kehidupan sehari-hari. Seiring dengan itu, DKM Baiturrahman juga menghidupkan dan mengkampanyekan semangat MUSYAWARAH dalam mendapatkan SOLUSI atas berbagai PROBLEMATIKA yang ditemui di tengah Umat.

Dewan Kemakmuran Masjid Baiturrahman menilai bahwa dengan musyawarah yang dijalankan secara KEKELUARGAAN dan membangun suasana kegotong-royongan akan menghasilkan kesepakatan yang akan dijalankan bersama-sama. Dengan budaya gotong royong diharapkan kita bisa belajar saling menghormati, menghargai pendapat orang lain, bersikap objektif, tidak berburuk sangka dan tidak melecehkan satu dengan yang lainnya, saling memberikan ilmu dan saling tolong menolong yang merupakan cerminan sikap kekeluargaan yang terbangun dengan sikap gotong-royong.

Dewan Kemakmuran Masjid Baiturrahman mengajak Umat untuk belajar dari sejarah, dahulu kita pernah menjadi bangsa yang lemah dan mudah dikuasai oleh penjajah karena kita mudah diadu domba dan tidak bersatu serta belum memiliki semangat bergotong royong berjuang melawan penjajah. Ke depan, jangan pernah kita biarkan lagi orang memudarkan semakan semangat gotong royong kita.

Untuk membangun dan memotivasi kembali semangat gotong royong tentunya tidak hanya sebatas seremonial seperti diperingati dan dicanangkan saja, akan tetapi perlu dukungan semua elemen masyarakat, pemerintah akan memfasilitasi secara bertahap melalui program-program pembangunan agar jati diri nilai-nilai semangat gotong royong dapat terbangun kembali di tengah-tengah masyarakat yang bermottokan “Ringan Sama Dijinjing, Berat Sama Dipikul.” (az).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 LANGKAH MENJEMPUT HIDAYAH AGAR SELAMAT DARI DAMPAK PANDEMI CORONA

THERAPY ala Nabi SAW di RUMAH SEHAT AL-HIKMAH : Gratis KONSULTASI Spiritual ๐Ÿ™

POLITIK PENCERAHAN MENUJU TATANAN DUNIA BARU INDONESIA PASCA WABAH CORONA